Kalau Mau Kaya, Hindarilah Investasi di Instrumen ini

Siapa Colin Huang?? Founder Pinduduo Ini Melewati Kekayaan Jack Ma
June 28, 2020
Money Management ala Lee Ka Shing, Taipan Hong Kong
July 11, 2020

Kalau Mau Kaya, Hindarilah Investasi di Instrumen ini

Sebagai seorang yang memiliki uang lebih terkadang ada keinginan untuk membuat uang itu kembali bekerja menghasilkan uang, yeah money makes more money. Masalahnya tidak semua orang paham akan instrumen investasi yang tepat karena mendengar rekomendasi saudara atau teman yang juga sama tidak paham sehingga bukannya untung malah menjadi buntung.

Sebelumnya, Griyausaha sudah membagikan sedikit rekomendasi instrumen investasi yang layak menjadi tempat untuk meletakkan uang Anda. Kini, untuk mencegah banyak orang salah melakukan investasi, kami akan memberikan sedikit pandangan kami tentang beberapa instrumen yang cukup bermasalah dan dianggap tidak menguntungkan apabila Anda mau menjadi investor.

Apa sajakah instrumen-instrumen investasi yang dianggap tidak layak bagi Anda?

1.Surat Hutang (Bond)
Beberapa investor memang memiliki Surat Hutang (Bond) dalam portfolio investasi mereka. Namun Bond sendiri dianggap kurang bagus untuk diinvestasikan karena tingkat returnnya yang dianggap kecil dan kurang menarik. Charlie Munger dan Warren Buffet yang dikenal sebagai Oracle of Omaha juga tidak menyukai investasi di Bond dengan alasan tidak menghasilkan keuntungan maksimal dan cenderung bersifat menjaga nilai saja karena returnnya sangat kecil, hampir sama dengan inflasi.

Kelebihan dari Surat Hutang adalah memiliki resiko yang sangat kecil dan sangat likuid. Instrumen ini dianggap sebagai pelindung kekayaan daripada menciptakan kekayaan baru.

2. Penny Stocks (Saham Gorengan)
Investasi saham sebenarnya masuk rekomendasi layak investasi, namun berhati-hatilah di pasar modal banyak sekali saham-saham gorengan yang bisa membuat Anda sebagai investor ritel menjadi kolesterol.

Saham gorengan adalah saham-saham yang harganya murah seperti sebuah gorengan dan dapat digoreng oleh para bandar-bandar sehingga nilainya bisa naik dengan cepat dan turun dengan cepat pula.

Istilah penny stock sendiri kalau di AS karena nilai per lembar saham di bawah USD 5 sehingga dianggap uang kecil/receh (pennies). Saham gorengan atau penny stock memiliki ciri perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa saham namun tidak jelas dalam laporan keuangan dan kondisi usahanya.

Instrumen investasi ini kalau mau fair memang potensial dalam menghasilkan keuntungan bagi para investor namun ibarat judi, ada potensi kalah atau rugi yang sangat besar juga jika kamu terlambat dalam melakukan penjualan ketika bandar sudah ingin melepas saham-saham tersebut. Belum lagi, saham gorengan cenderung tidak likuid sehingga bisa saja Anda terpaksa harus memegang barang tersebut bertahun-tahun lamanya dan membuat nyangkut uang Anda.

3. Cryptocurrency
Bitcoin dan cryptocurrency lainnya ada baiknya untuk dihindari sebagai instrumen investasi. Walaupun beberapa waktu lalu, banyak sekali orang yang kaya mendadak karena melakukan investasi di Bitcoin, namun persentase orang yang merugi jauh lebih banyak jumlahnya.

Kelemahan di investasi Bitcoin adalah tidak adanya regulasi dari pemerintah terkait hal ini. Tentunya hal ini cukup berbahaya apabila Anda meletakkan uang Anda dalam jumlah besar di industri ini. Tidak ada kepemilikan yang jelas, , tidak adanya keamanan, tidak ada nilai yang pasti dan semuanya sangat spekulatif, bisa tinggi tiba-tiba namun bisa juga jatuh dalam karena sangat volatile.

4. Deposito
Loh kok deposito masuk ke instrumen yang dihindari? tunggu dulu, kalau mau kaya yah investasi di deposito memang tidaklah cocok. Hampir sama seperti Bond (Surat Hutang), investasi di deposito juga cenderung dihindari oleh para investor kelas berat karena dianggap hanya menjaga nilai uang tetapi bukan sebagai tempat menghasilkan uang.

Makanya, pada artikel sebelumnya di jenis investasi yang bisa dilakukan oleh para investor, kami meletakkan deposito di urutan paling bawah karena dianggap paling aman, namun sayangnya return dianggap kurang menarik. Kelebihan dari deposito dibandingkan surat hutang adalah lebih ke masa tenor investasi yang lebih pendek sehingga Anda bisa lebih fleksibel dalam menarik uang Anda.

5. Barang Koleksi
Investasi di barang-barang yang memiliki nilai numismatik (koleksi) juga cenderung dihindari para investor. Mungkin di Indonesia, masih banyak yang melakukan investasi di barang koleksi seperti senjata tradisional, barang-barang antik, koin kuno ataupun perangko-perangko.

Percayalah investasi di hal seperti ini tidak dianggap jelek, apabila beruntung barang yang dibeli murah bisa dijual berkali-kali lipat tergantung kelangkaan barang tersebut. Namun, hal yang harus diperhatikan adalah barang koleksi hanya bernilai jika ada seseorang yang mau membelinya. Hal ini menunjukkan tidak ada nilai pasti dari sebuah barang koleksi sehingga barang tersebut dianggap tidak bernilai sama sekali jika tidak ada yang mau membelinya.

6. Logam Mulia (Emas)
Emas juga tidak disarankan bagi para investor yang ingin mendapatkan kekayaan besar. Emas juga hanyalah pelindung nilai kekayaan dimana kenaikan nilai emas biasanya hampir sama dengan inflasi. Namun kelebihan emas adalah emas bisa menjaga nilai uang Anda kala terjadi krisis ekonomi, sehingga kekayaan Anda lebih stabil.

Melakukan investasi di instrumen emas, biasanya akan memiliki tren yang terbalik dengan investasi saham. Biasanya nilai emas akan naik ketika nilai-nilai saham mengalami kejatuhan, sebaliknya nilai saham akan naik apabila nilai emas mengalami penurunan.

Warren Buffet pernah melakukan perbandingan dimana jika seorang investor memiliki uang 10,000 USD di tahun 1942 dan melakukan investasi di emas maka nilainya hanya naik menjadi 400,000 USD. Bandingkan dengan saham dimana 10,000 USD itu bisa berubah menjadi 51,000,000 USD.

7. Perusahaan Abal-abal (Money Game)
Investasi bodong di zaman sekarang kian canggih dan dibalut dalam kemasan bisnis di industri apapun, banyak sekali orang yang melakukan kesalahan dalam meletakkan sejumlah uang ke beberapa money game yang sudah tentu akan melenyapkan uang Anda nantinya.

Bisnis ini biasanya direkomendasikan oleh kenalan, teman atau bahkan keluarga Anda dan hanya dengan dasar kepercayaan, Anda memberikan uang Anda ke perusahaan tersebut yang kemudian hilang begitu saja karena sudah tidak sanggup memberikan return ke nasabah-nasabah mereka.

Ciri bisnis money game adalah menjanjikan return yang luar biasa besar baik dalam harian, mingguan ataupun bulanan. Kemudian perusahaan juga akan memberikan lagi bonus referensi apabila Anda mengenalkan usaha ini ke kolega-kolega Anda.

Awalnya, untuk mendapatkan kepercayaan dari nasabah, mereka memang membayar return dari nasabah namun ketika dana yang terkumpul sudah menggelembung maka mereka akan menghilang. Jangan pernah melakukan investasi di perusahaan-perusahaan yang tidak masuk akal dalam memberikan return besar.

Apabila kamu sudah terlanjur melakukan investasi di instrumen-instrumen di atas, maka ada baiknya perlahan-lahan tarik uang Anda dan ubahlah jalur ke investasi lain. Sebenarnya, tidak salah apabila profil risiko Anda memang lebih nyama untuk jenis investasi di atas, namun apabila ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dan sebagaimana mestinya ada baiknya menghindari instrumen-instrumen investasi di atas.

Bambang
Bambang
Seorang penulis yang memiliki passion di bidang investasi, usaha dan keuangan. Bercita-cita tinggi, namun suka menunda. Salam kenal, para investor dan pengusaha se Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.