Apakah Saham UNVR dan HMSP Layak di Hold? Inilah dia jawaban ala Nizar Imam

Apakah Berinvestasi di UnitLink Hal Yang Tepat??
July 25, 2021

Apakah Saham UNVR dan HMSP Layak di Hold? Inilah dia jawaban ala Nizar Imam

Belakangan ini, sejak 2020-2021 saham-saham yang dikategorikan blue chip (investasi aman) seperti perusahaan Unilever (UNVR) dan Sampoerna (HMSP) mengalami penurunan nilai saham yang sangat signifikan. Sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua saham ini? Jika dilihat dari laporan keuangan, kedua saham ini memang mengalami penurunan performa keuangan di tahun 2020 karena Covid-19 namun penurunan tersebut relatif kecil dan pembagian deviden juga stabil. Lalu apa yang menyebabkan kedua perusahaan ini mengalami penurunan nilai saham yang sangat signifikan??

Investor Capital Gain Lebih Menyukai Perusahaan Yang Bertumbuh

Investor terkenal seperti Peter Lynch pernah menyebutkan kalau dia lebih menyukai perusahaan yang memiliki ruang bertumbuh dan bisa bertumbuh cepat. Jika dipikirkan lagi, kalimat tersebut tentu tidak salah, mengingat selama 2 tahun terakhir, saham-saham yang pertumbuhannya tinggi seperti saham kesehatan, saham teknologi dan saham electronic vehicle cenderung meningkat di tahun 2021 ini.

Sementara itu, kedua perusahaan seperti Unilever dan Sampoerna di industri consumer mungkin mengalami penurunan demand sehingga harga sahamnya turun drastis. Namun hal yang paling jelas kedua perusahaan ini marketnya sudah stabil dan mature, sehingga ruang pertumbuhannya sangat tipis atau bisa dikatakan sebagai perusahaan slow growth company. Namun perusahaan slow growth seperti mereka yang sudah tidak memikirkan pertumbuhan memiliki kelebihan lebih stabil dalam memberikan deviden.

Cara Mendapatkan Keuntungan dari Perusahaan Slow Growth

Pertanyaannya adalah lalu bagaimana cara mendapatkan keuntungan dari perusahaan seperti UNVR dan HMSP?? Yah, salah satu Youtuber yang sering memberikan insight berpikir investasi saham, Nizar Imam menganalogikan pembelian UNVR dan HMSP itu seperti membeli bibit durian ketika tidak musim durian.

Jika sudah waktunya, maka bibit durian yang kita tanam dari dini akan bisa menghasilkan. Sayangnya, hal tersebut tentu memiliki sedikit kelemahan yaitu kita tidak tahu kapan musim durian itu akan tiba. Menurut Nizar Imam sendiri, walaupun masih mungkin untuk mengalami kenaikan harga suatu saat nanti. Masalah terbesar adalah kita tidak tahu kapan nilainya akan kembali. Masalah waktu inilah yang membuat para trader ataupun investor enggan untuk masuk ke kedua saham ini sekarang dan lebih memilih saham-saham fast growth tadi. Namun ketika siklus tersebut tiba, maka investor akan untung besar karena konsisten mengambil saham tersebut.

Strategi yang bisa dilakukan saat ini untuk UNVR dan HMSP adalah melihat apakah kedua perusahaan memiliki tiga hal di bawah ini. yaitu, deviden saham, pembalikan arah saham dan juga apakah perusahaan melakukan inovasi atau tidak.

Terkait deviden saham yang besar dan stabil, hal ini bisa dianggap sebagai pendapatan menunggu (waiting profit). Kemudian untuk pembalikan arah, kita investor bisa membeli ketika mulai ada pembalikan arah nilai saham. Terakhir, terkait inovasi perusahaan, maka sebagai investor kita wajib mencari informasi terkait hal apa saja yang akan dilakukan perusahaan ke depannya untuk menciptakan sebuah produk atau layanan baru. Jika ketiga hal ini dimiliki perusahaan, maka jangan khawatir untuk tetap menyimpan saham-saham ini.

Kamu bisa menonton secara lengkap ulasan Nizar Imam terhadap UNVR pada video di bawah ini, so don’t worry and check it out guys.

Bambang
Bambang
Seorang penulis yang memiliki passion di bidang investasi, usaha dan keuangan. Bercita-cita tinggi, namun suka menunda. Salam kenal, para investor dan pengusaha se Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *