Mau Ambil KPR? Perhatikan Dahulu Hal-Hal Ini

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mempercayai Financial Planner: Kasus Jouska
August 16, 2020
Bagaimana Inovasi Teknologi Mempengaruhi Industri Judi Online?
August 22, 2020

Mau Ambil KPR? Perhatikan Dahulu Hal-Hal Ini

Salah satu impian terbesar manusia di dunia ini adalah memiliki rumah sendiri dimana hal tersebut merupakan tanda kesiapan dan kemapanan seseorang. Namun mengambil KPR adalah sebuah keputusan yang sangat penting karena akan membuat cash flow kamu agak ketat dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Sebelum Anda memutuskan untuk mengambil cicilan rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya Anda lebih siap dalam menyicil rumah secara jangka panjang. Apa sajakah hal yang perlu diperhatikan? Griyausaha akan merangkum hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum kamu memutuskan untuk mengambil sebuah KPR.

1.Perhatikan Kemampuan Bayar dan Kondisi Keuangan
KPR adalah sebuah keputusan komitmen jangka panjang, jadi Anda harus memperhatikan kemampuan bayar Anda dalam jangka panjang. Tidak usah terburu-buru untuk melakukan pembelian sebuah rumah dan melakukan segala cara demi mendapatkan KPR dari pihak Bank.

Tahukah Anda? Banyak sekali orang yang merasakan beratnya membayar cicilan karena tidak memikirkan secara jangka panjang. Fleksibilitas finansial seseorang yang memiliki KPR biasanya lebih tersandera, dan Anda harus memikirkan bagaimana penyelesaian KPR ini bila suatu hari nanti sumber pemasukan Anda hilang seperti masa pandemi Covid-19.

Lalu kemampuan bayar seperti apa yang dianggap layak untuk mengambil sebuah KPR? Menurut para analis kredit dari bank-bank di Indonesia, cicilan perbulan itu maksimal 30% dari pendapatan Anda. Singkatnya, jika cicilan Anda Rp. 4 juta perbulan untuk sebuah rumah maka setidaknya Anda harus memiliki penghasilan sekitar Rp.13,5 juta perbulan.

Apakah Anda sudah memperhatikan hal tersebut? Saya kira tidak, karena banyak sekali orang Indonesia yang mengambil KPR secara maksa tanpa memperhatikan hal tersebut dan baru merasakan kesulitan ketika beberapa tahun KPR berjalan.

2. Perhatikan Uang Muka (DP) dan Angsuran
Uang muka untuk pembelian rumah belakangan beragam, bahkan ada yang nol persen tergantung bank yang menyediakan KPR tersebut. Namun ada hal yang perlu diingat, jika DP semakin kecil maka beban pokok dan beban bunga dari angsuran akan semakin besar pula. DP kecil yang dianggap orang sebagai kesempatan, justru akan menjadi beban pada akhirnya karena besarnya angsuran sehingga membuat harga rumah menjadi jauh lebih mahal.

Btw untuk melihat angsuran dari sebuah KPR, Anda bisa mencoba berbagai simulasi KPR dari yang disediakan oleh beberapa situs di internet. Perhatikan pula tenor pinjaman, karena semakin panjang maka semakin mahal pula uang yang harus Anda cicil.

3. Teliti Aset yang Ingin Anda Beli
Sebagian besar orang membeli aset untuk investasi, nah hal yang paling penting sebelum memutuskan KPR adalah teliti terlebih dahulu rumah Anda dari segi potensi bencana (apakah langganan banjir atau longsor?), cek status tanah & bangunan apakah melanggar tata ruang, cek keaslian sertifikat dan kepemilikan tanah, kemudian cek struktur dan pondasi bangunan. Ada beberapa poin saja yang menganggu maka nilai rumah Anda akan terpengaruh pada masa yang akan datang.

4. Nyaman dan Cocok dengan Anda
Menurut Griyausaha, hal ini adalah hal yang paling penting dimana sebuah rumah harus membuat Anda merasa nyaman. Kenyamanan tersebut bisa dilihat dari fasilitas umum yang tersedia di sekitar lokasi, jarak dari lokasi rumah ke kantor, dan lokasi rumah ke jalan raya.

Kenyamanan lain juga bisa dilihat dari suasana sekitar rumah dimana Anda bisa melihat apakah warga lingkungan sekitar terlihat baik. Warga lingkungan sekitar akan menjadi tetangga Anda nantinya sehingga jika Anda sudah tidak nyaman di awal, sebaiknya dipikirkan lagi untuk melakukan KPR atas rumah tersebut.

Informasi-informasi di atas, bukan berarti menakut-nakuti Anda supaya tidak mengambil KPR tetapi lebih membuka cakrawala Anda agar lebih berhati-hati dan lebih siap dalam mengambil KPR. Banyak sekali orang yang menganut prinsip Better Now or Never (Lebih baik sekarang atau tidak pernah sama sekali), sehingga terburu-buru dalam mengambil KPR dan membuat finansial mereka tercekik.

Rumah bisa menjadi salah satu investasi bagus apabila menghasilkan kembali uang, namun bisa menjadi beban (liabilitas) apabila tidak menghasilkan dan hanya untuk ditinggali. Kembali lagi, perhatikanlah kondisi kemampuan bayar dan kondisi keuangan Anda agar lebih memiliki fleksibilitas dalam keuangan pribadi Anda.

Bambang
Bambang
Seorang penulis yang memiliki passion di bidang investasi, usaha dan keuangan. Bercita-cita tinggi, namun suka menunda. Salam kenal, para investor dan pengusaha se Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.