Kesalahan-Kesalahan yang Sering Dilakukan dari Para Investor Saham

Strategi Investasi Saham di Tengah Krisis
June 13, 2020
Strategi Mencari Produk Untuk Jualan Online
June 14, 2020

Kesalahan-Kesalahan yang Sering Dilakukan dari Para Investor Saham

Halo para investor, percayalah kamu tidak perlu menjadi seorang jenius untuk mendapatkan profit di bursa saham. Namun kamu juga tidak harus secuek (se-ignorant) itu untuk menempatkan uang kamu di bursa saham dengan melakukan kesalahan-kesalahan yang kerap dilakukan oleh para investor saham.

Banyak yang mengatakan saham itu kayak judi, karena kita menebak dan menggantungkan nasib investasi kita pada keberuntungan. Padahal tidak seperti itu loh, guys!! Investasi saham adalah sebuah strategi yang menempatkan uang kamu pada tempat yang tepat dan menuainya di waktu yang akan datang.

Charlie Munger, rekan Warren Buffet yang juga menjadi Vice Chairman Berkshire Hathaway mengungkapkan kunci untuk mendapatkan uang di pasar modal itu simpel, yaitu jangan membuat kesalahan-kesalahan bodoh secara konsisten.

Sebenarnya, apa saja sih kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para investor saham? Simak ulasan dari GriyaUsaha di bawah ini.

1.Membeli Saham dengan Fasilitas Margin dari Sekuritas
Keuntungan dari sebuah sekuritas menjadi broker saham dan menjaring sebanyak mungkin member atau nasabah untuk menjadi investor saham adalah fee jual beli saham dan juga bunga dari fasilitas margin nasabah. Bunga itu akan dikenakan apabila kamu sebagai seorang investor saham membeli saham-saham di luar kemampuan kamu dan menggunakan pinjaman yang disediakan oleh sekuritas untuk membayar pembelian saham-saham tersebut.

Jika saham yang kamu beli, nilainya tidak naik dan kamu tidak melakukan transfer untuk pembayaran hutang kamu kepada sekuritas, maka sekuritas biasanya berhak untuk menjual saham yang sudah kamu beli untuk membayar hutang tersebut. Pasar saham begitu volatile sehingga fasilitas margin sangat tidak disarankan bagi mereka yang memang berniat untuk melakukan investasi di pasar saham. Kejadian-kejadian tidak diinginkan bisa terjadi begitu saja dan mempengaruhi pasar saham sehingga lebih baik jangan membeli saham dengan fasilitas margin, dan lakukan pembelian secara berkala dengan sabar dan konsisten.

2.Membeli Saham Tanpa Analisa Laporan Keuangan
Laporan Keuangan dari sebuah perusahaan merupakan hal wajib yang harus diteliti atau dipelajari oleh seorang investor. Pelajarilah hal-hal sederhana, apakah penjualan bertumbuh? asetnya bertambah? atau laba mereka naik terus setiap tahun atau tidak? Jangan membeli sesuatu yang tidak kamu mengerti dan jika kamu malas melakukan itu, kamu tinggal mempercayakan uang kamu ke Manajer Investasi (MI) dan membeli reksadana pasar saham saja daripada mengambil resiko sendiri masuk di kejamnya pasar modal.

Kecenderungan banyak masyarakat yang negatif dengan pasar modal adalah mereka melakukan pembelian impulsif karena informasi dari saudara, teman dekat ataupun forum-forum yang mereka ikuti. Sayangnya, hal ini justru menjadi masalah ketika kamu tidak mengetahui apa alasan mereka merekomendasikan saham tersebut. Hindarilah tips-tips saham dari mereka yang mengaku pakar, kecuali mereka bisa memberikan data dan alasan yang logis.

3. Terlalu Sering Melakukan Jual Beli Saham
Setiap aktivitas pembelian atau penjualan saham akan dikenakan fee yang relatif berbeda-beda tergantung sekuritas yang kamu gunakan. Kesalahan umum yang sering dilakukan para investor baru adalah terlalu aktif melakukan perdagangan sehingga keuntungan mereka lebih banyak dipotong untuk pembayaran fee bagi sekuritas.

Para investor berpengalaman biasanya tidak terlalu aktif melakukan pembelian atau penjualan saham. Mereka lebih banyak menumpuk dan menabung saham suatu perusahaan terus menerus hingga hari tua bisa 10,20 bahkan 50 tahun dan mengandalkan pendapatan deviden dari perusahaan tersebut.

4. Terbawa Arus Ketakutan & Keserakahan (Fear & Greed) di Pasar Modal
Psikologis dari mereka yang baru berinvestasi di pasar modal adalah terbawa dengan ketakutan dan keserakahan. Investor takut, jika harga saham mereka terus turun dan investor serakah, jika harga saham mereka terus naik. Sebagai seorang investor, kita harus mampu mengendalikan emosi tersebut dan tidak terbawa suasana hiruk pikuk perdagangan bursa saham.

5. Bermain di Produk-Produk Derivatif
Bagi mereka yang memiliki toleransi risiko besar, melakukan trading atau investasi di bursa saham agak membosankan karena tidak terlalu fluktuatif. Mereka kemudian mencoba produk-produk trading lain seperti Forex, Option bahkan binary option.

Yah memang orang-orang seperti ini cenderung merasa pintar dan jenius karena berupaya mendapatkan profit dari sekadar membaca chart dan tren. Mungkin ada yang berhasil dengan cara ini, namun lebih banyak yang gagal, percayalah lebih mudah menyimpan uang kemudian menabung saham di perusahaan yang harganya sedang murah kemudian menikmati deviden setiap tahun hingga hari tua.

Nah itulah kesalahan-kesalahan yang cenderung sering dilakukan oleh para investor saham, semoga kita yang sedang mencoba untuk menjadi investor saham tidak terjebak dengan kesalahan-kesalahan tersebut agar bisa mendapatkan profit dalam jangka panjang di pasar modal kita.

Bambang
Bambang
Seorang penulis yang memiliki passion di bidang investasi, usaha dan keuangan. Bercita-cita tinggi, namun suka menunda. Salam kenal, para investor dan pengusaha se Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.