Investor Saham Perlu Mencermati Tanda-Tanda Perusahaan yang Perlu Dihindari

Memahami Cashflow Quadrant di Tengah Pandemi Covid-19
May 30, 2020
Inilah Jenis-Jenis Investasi yang Bisa Dilakukan oleh Para Investor
May 31, 2020

Investor Saham Perlu Mencermati Tanda-Tanda Perusahaan yang Perlu Dihindari

Salah satu kegiatan investasi yang menyenangkan adalah investasi saham, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila kamu sedang menargetkan pembelian saham sebuah perusahaan. Jangan mudah tergiur dengan harga saham yang murah dan berpikir kalau harga perusahaan sedang diskon.

Setiap orang mengetahui kalau investasi saham bagi seorang value investor adalah membeli saham perusahaan bagus ketika harganya sedang murah dan berharap harganya akan disesuaikan oleh pasar kemudian mengalami kenaikan dengan sendirinya. Yah itulah kondisi ideal bagi para pelaku investasi saham dengan teladan ala Warren Buffet (AS) dan Lo Kheng Hong (Indonesia).

Cara untuk masuk ke saham perusahaan bagus namun murah itu adalah menunggu event jatuhnya harga saham mereka kemudian memborongnya dengan harga murah. Kebetulan di masa pandemi Covid-19 dimana keadaan serba tidak menentu ini, semua saham perusahaan bagus kelihatan murah.

Supaya kamu tidak tertipu dengan harga saham perusahaan yang terkesan murah itu, berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli saham perusahaan tersebut.

1.Apakah perusahaan memiliki banyak hutang bank?
Setiap perusahaan tentu memiliki hutang, baik hutang kepada pemegang saham, hutang usaha ataupun hutang kepada bank. Hal yang paling perlu diperhatikan adalah hutang kepada bank, mengapa? karena hutang kepada bank bukanlah sesuatu yang bisa dinegosiasikan (negotiable), karena setiap bulan, perusahaan sebagai debitur wajib membayar kewajiban bunga ataupun pokok sesuai perjanjian kredit yang diberikan.

Pada laporan laba rugi perusahaan, bandingkan beban bunga hutang bank tersebut dengan pendapatan perusahaan, apakah perusahaan memiliki cashflow lebih untuk membayar beban bunga tersebut. Biasanya para analis keuangan menggunakan EBITDA yaitu Laba Operasi ditambah dengan penyusutan yang dibandingkan dengan beban bunga bank perusahaan tersebut. Jika EBITDA lebih tinggi dari kewajiban pembayaran beban bunga dan pokok hutang bank perusahaan, maka perusahaan itu masih layak diinvestasikan.

2. Apakah perusahaan memiliki cashflow lebih untuk membayar hutang-hutang jangka panjang mereka?
Komponen-komponen pada Laporan Keuangan sebuah perusahaan tidak hanya neraca dan laporan laba-rugi, namun ada 1 komponen lagi yang sangat penting yaitu Laporan Arus Kas. Periksalah cashflow perusahaan khususnya dari sisa kas akhir periode. Kemudian lihatlah laporan neraca, bagilah hutang jangka panjang mereka dengan sisa arus kas pada akhir periode, asumsikan total hutang jangka panjang (Rp. 1M), sementara sisa kas akhir periode (Rp. 500 juta) maka hasilnya adalah 2. Artinya perusahaan butuh waktu 2 tahun untuk membayar hutang jangka panjang mereka. Hindarilah perusahaan yang memiliki waktu lama untuk bisa melunasi hutang jangka panjang mereka.

3. Apakah perusahaan dikendalikan dengan baik?
Para pelaku value investor paling mempelajari hal ini yaitu terkait siapa sajakah orang di balik perusahaan yang ingin mereka investasikan. Menurut salah satu pelaku pasar ternama AS, Phil Town dia akan menilai orang-orang dibalik perusahaan apakah baik atau tidak adalah dengan melihat apakah perusahaan akan melakukan kebijakan buyback apabila saham mereka sedang mencapai nilai tertentu.

Katakanlah nilai saham sebuah perusahaan sedang naik, kemudian perusahaan tiba-tiba melakukan kebijakan buyback. Tentu saja ini adalah hal yang salah mengingat, mereka begitu buruknya mengelola modal mereka sendiri dengan membeli modal saham perusahaan mereka dalam kondisi nilai tinggi. Sebagai pengurus perusahaan tentunya adalah menjaga perusahaan sebaik-baiknya dan melindungi kegiatan yang merugikan perusahaan.

4. Carilah Real Value dari Bisnis Perusahaan selama 1 dekade ke depan
Apakah perusahaan yang ingin kamu investasikan bisa bertahan panjang? Lihatlah sejarah perusahaan, kapan mereka berdiri? kemudian apakah perusahaan masih mendapatkan laba bersih selama beberapa tahun terakhir? Apakah perusahaan masih memiliki ruang untuk bertumbuh?

Jika kamu merasa sulit untuk melakukan asumsi hal-hal di atas untuk 1 dekade ke depan? Ada satu rekomendasi yang bisa disarankan yaitu wait and see, jangan terburu-buru mengambil keputusan investasi untuk suatu hal yang tidak kamu yakini. Pasar saham di masa pandemi Covid-19 ini masih berpotensi untuk jatuh dan bisa saja kamu mendapatkan harga saham yang jauh lebih murah dibandingkan saat ini.

Well, kondisi pasar modal saat ini masih sangat volatile, terkadang sehari bisa naik tinggi kemudian di hari berikutnya dibanting lagi ke bawah. Bagi mereka yang spekulan, di saat-saat seperti ini tentu bisa menjadi kegiatan yang mengasikkan sekaligus beresiko. Namun bagi mereka yang berniat untuk melakukan investasi jangka panjang, ada baiknya menunggu dan melihat sambil mempelajari kira-kira saham mana yang layak untuk diinvestasikan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang sedang ingin melakukan investasi di pasar modal. Keputusan investasi tetap di tangan kamu, semoga selalu bisa mendapatkan profit yang baik dan terus bertumbuh ke depannya.


Bambang
Bambang
Seorang penulis yang memiliki passion di bidang investasi, usaha dan keuangan. Bercita-cita tinggi, namun suka menunda. Salam kenal, para investor dan pengusaha se Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.