Cara Menjual Produk Premium Ala Dee Ferdinand dan Christian Lie

Bagaimana Inovasi Teknologi Mempengaruhi Industri Judi Online?
August 22, 2020
Produk-Produk Ini Cukup Laris Dijual di Online Shop pada Tahun 2020 (Covid-19 Era)
September 12, 2020

Cara Menjual Produk Premium Ala Dee Ferdinand dan Christian Lie

Pada Agustus 2019 silam, iseng-iseng buka Youtube, ada satu video yang cukup menarik perhatian saya dengan judul “Solusi Perang Harga dari Direktur yang Sukses tanpa Ijazah“. Video ini dibuat oleh Christina Lie (founder dari 101.com) yang belakangan banyak sekali membagikan tips pengembangan usaha dan juga melakukan wawancara dengan banyak para pelaku usaha.

Saya pribadi suka dengan channelnya bu Christina Lie ini karena banyak sekali inspirasi dan ilmu yang didapat sangat dalam karena dari narasumber yang terpercaya. Jadi sharing yang diberikan tidak sekadar kulit, channelnya ini membagikan secara detail hingga ke daging-daging dari para pelaku usaha di Indonesia. Nah kembali ke topik, judul tersebut menurut saya sangat eye catching sehingga saya yang sudah menonton ingin sedikit membagikan informasi tersebut kepada teman-teman yang kebetulan mendarat di halaman situs ini.

Video ini berdurasi sekitar 1 jam dan wawancara dilakukan dengan Dee Ferdinand (High Ticket Consultant) dimana tugas seorang high ticket consultant adalah membantu company-company melakukan repositioning pricing produk kepada perusahaan klien agar bisa memiliki produk premium sehingga memiliki margin keuntungan yang bagus.

Nah pak Dee ini selain menjadi high ticket consultant, saat itu beliau juga menjadi CMO dari Calibreworks (perusahaan Digital Marketing) sehingga tentunya sudah sangat paham banget dengan seluk beluk dunia industri digital yak.

Pada 15 menit pertama, ilmu menjual produk premium agar bisa ditemukan marketnya diberikan oleh pak Dee Ferdinand. Adapun beberapa sharing yang bisa saya rangkum dari video tersebut adalah:

1. Tentukan lokasi distribution channel produk Anda
Pada awal video, pak Dee menjelaskan dia pernah menjual kue kering seharga Rp. 65 ribu di SOGO dan produk tersebut laku-laku saja. Dia juga memberikan contoh kalau berbagai produk yang begitu umum di masyarat seperti makanan ringan, pakaian, dan lain-lain bisa dibuatkan brand premiumnya namun sebelumnya kita harus menentukan distribution channel dari produk kita.

Jika produk ingin diterima oleh masyarakat dengan pasar premium, maka kita harus memasarkan produk kita ke tempat yang premium juga agar permintaan produk dan ketersediaan produk bisa ketemu di lokasi yang tepat.

2. Produk premium harus memiliki nilai tambah (Value Added)
Bicara soal produk premium, tentunya agar berbeda dengan produk yang lain maka si penjual harus membuat produk tersebut memiliki nilai tambah. Maksud dari nilai tambah adalah adanya ciri khas lebih yang membedakan produk kamu dengan produk lain yang dijual bersamaan.

Contohnya, katakanlah kamu menjual produk sprei, namun kamu bukan produsen melainkan reseller tangan kedua nah maka hal tersebut akan sedikit sulit. Jika ingin membuat produk kamu premium, maka produk sprei kamu harus diberikan nilai tambah misalkan kain dengan bahan bagus dan kemasan packaging yang unik.

3. Produk premium itu sifatnya rare (langka) dan kamu harus menjadi pionir
Untuk bisa membuat produk menjadi premium, kamu harus menjadi pionir atau katakanlah sebagai perintis dari produk tersebut. Terkait dengan poin value added di poin no. 2 di atas, kamu harus menjadi orang pertama yang melakukan hal dalam pemberian nilai tambah tersebut.

4. Carilah produk yang tidak mudah diprediksi harganya
Pada saat ikan hias sangat populer, Dee memberikan contoh ada temannya yang menjual ikan hias dengan harga premium karena memiliki bibit peranakan yang bagus. Harga ikan hias sendiri tidak memiliki standar namun para pecinta ikan hias rela mengeluarkan uang banyak karena hobi mereka dalam mengkoleksi ikan hias.

5. Berikan storyline untuk produk premium kamu
Storyline bisa diberikan dalam bentuk emosional dengan memberikan sentimental value ke sebuah produk. Contoh sentimental value yang paling bisa dilihat adalah para penjual perhiasan misalnya cincin kawin dimana bahannya biasa dari platinum atau emas putih dimana ada nilai sentimentil bahwa bahan dari emas putih terkesan spesial, mewah dan elegan.

Dari 1 jam wawancara, Dee juga menceritakan petualangan dia di dunia marketing dimana dia selalu memberikan services terbaik bagi kliennya sehingga mereka selalu mencari dia lagi. Pribadi ini juga selalu berpikir positif dan sangat percaya dengan law of attraction sehingga dia selalu berpikir yang positif dan baik agar datang kepadanya.

Detail lengkap wawancara menarik ini bisa kamu saksikan pada video di bawah ini.

Bambang
Bambang
Seorang penulis yang memiliki passion di bidang investasi, usaha dan keuangan. Bercita-cita tinggi, namun suka menunda. Salam kenal, para investor dan pengusaha se Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.