Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mempercayai Financial Planner: Kasus Jouska

Cara Menjual 750 Pasang Sepatu Perhari Tanpa Online Ads dari Kedai Sepatu Jogja
July 18, 2020
Mau Ambil KPR? Perhatikan Dahulu Hal-Hal Ini
August 17, 2020

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mempercayai Financial Planner: Kasus Jouska

Jouska, menjadi satu brand besar yang sangat naik daun beberapa tahun belakangan karena mereka mampu menghadirkan konten-konten yang bisa menjangkau milenial dengan informasi dari dunia keuangan. Jouska pun bisa menarik atensi dari para milenial dengan konten yang mudah dimengerti, menarik dan hadir dengan seakan memberikan solusi perencanaan keuangan bagi para klien untuk mencapai financial goals (tujuan keuangan) mereka.

Sebenarnya bicara soal financial goal, ada beberapa orang memang membutuhkan jasa para financial planner. Financial goal sendiri terdiri dari bermacam-macam hal, dimana yang paling umum adalah membuat perencanaan agar klien bisa menabung untuk pendidikan anak, menabung untuk pensiun, restrukturisasi hutang dan juga bahkan persiapan warisan dari berbagai produk keuangan yang tersedia.

Pencapaian tujuan keuangan itu sangat dibutuhkan kerjasama antara klien dan si financial planner itu sendiri. Kerjasama itu diatur dalam kontrak kerjasama dan semua sangat bisa diukur dengan angka yang logis dan rasional. Logis yang dimaksud adalah jika si klien ingin memiliki uang Rp. 1 Miliar untuk pendidikan anak dalam 5 tahun ke depan, namun hanya mampu berinvestasi Rp. 200 ribu perbulan, maka hal tersebut adalah hal yang tidak logis. Jadi, diperlukan perhitungan yang masuk akal agar hasil investasi bisa berbuah.

Belajar dari kesalahan Jouska, Financial Planner membeli saham tanpa komunikasi dengan klien.

Jouska yang hadir dalam beberapa tahun terakhir membuat berita heboh di Juli-Agustus 2020 dimana beberapa klien mereka mulai berani membuka suara karena ada keputusan sepihak dari Jouska untuk melakukan pembelian sejumlah saham tanpa adanya komunikasi dua belah pihak antara si klien dengan Jouska.

Beberapa youtuber dan para pelaku investasi di Indonesia pun ramai membuat konten di Youtube dan media sosial terkait apa yang harus dipelajari apabila mempercayakan uang kita kepada Financial Planner, dimana ada peran-peran financial planner yang memiliki batas tetapi tidak sampai pengelolaan dana investasi.

Menurut Safir Senduk, salah satu financial planner ternama di Indonesia biasanya financial planner hanya membuat rencana keuangan dan menyarankan untuk melakukan pembelian ataupun investasi di satu produk tertentu, katakanlah saham namun tidak akan mengarahkan untuk pembelian saham A,B,C dan D karena hal tersebut melanggar kode etik.

Nah apa yang dilakukan oleh Jouska tentu saja sudah diluar kewajaran dan kode etik, dimana mereka bisa mengakses akun sekuritas nasabah dan melakukan sendiri pembelian saham tertentu. Parahnya lagi, saham yang direkomendasikan yaitu LUCK (PT Sentral Mitra Informatika, Tbk.) merupakan saham yang IPO melalui underwriter Philips Sekuritas, mitra dari Jouska. Tentunya hal ini membuat asumsi adanya konflik kepentingan dari Jouska dengan Philips Sekuritas di sini.

Sebenarnya, praktik yang dilakukan Jouska ini mirip-mirip dengan praktik transaksi dari broker sekuritas konvensional dimana mereka memberikan saran pembelian saham dimana sekuritas akan mendapatkan profit sharing apabila nasabah untung dan hanya komisi transaksi apabila nasabah mengalami kerugian.

Sebagai seseorang yang baru ingin belajar investasi saham, Anda tidak perlu takut ataupun terpengaruh dengan berita negatif dari Jouska. Investasi saham tetaplah sebuah peluang besar bagi Anda yang ingin mencari profit dari investasi.

Kesimpulan akhir dari artikel ini adalah sebagai seseorang yang ingin mencari profit di dunia pasar saham, Anda harus bisa meluangkan waktu lebih dengan banyak membaca dan belajar sendiri karena sekarang sudah banyak sekali informasi terkait dunia investasi. Pembelian saham LUCK dengan harga yang sudah sangat tinggi dan banyak dibiarkan begitu saja oleh para klien menunjukkan pengetahuan akan mahal murahnya saham kurang besar (PBV/Price Book Value).

Jangan mempercayai financial planner yang menawarkan produk dan mendapatkan pendapatan dari untung dan rugi Anda (contoh: Mereka mendapat profit sharing ketika Anda untung, dan mendapatkan komisi transaksi ketika Anda rugi) jadinya nothing to lose kan di posisi mereka. Financial planner memang bisa menjadi jalan keluar dengan pengetahuan mereka akan dunia keuangan, namun sebaiknya pilihlah financial planner yang independen dan tidak mewakili brand tertentu. Semoga artikel ini bermanfaat yah.

Bambang
Bambang
Seorang penulis yang memiliki passion di bidang investasi, usaha dan keuangan. Bercita-cita tinggi, namun suka menunda. Salam kenal, para investor dan pengusaha se Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.