Apakah Berinvestasi di UnitLink Hal Yang Tepat??

Bicara Uang Bersama Safir Senduk, Financial Planner Independen Pertama di Indonesia
July 17, 2021
Apakah Saham UNVR dan HMSP Layak di Hold? Inilah dia jawaban ala Nizar Imam
August 1, 2021

Apakah Berinvestasi di UnitLink Hal Yang Tepat??

Asuransi Unitlink adalah jenis asuransi yang menawarkan fungsi proteksi dan investasi sekaligus pada satu produk. Tentunya banyak dari kamu yang tidak asing dengan produk ini, karena tenaga-tenaga marketing dari perusahaan asuransi terkait sering menawarkan produk ini kepada Anda.

Perekrutan tenaga marketing di asuransi ini juga masif, karena sistem di bisnis asuransi membuat bonus semakin besar ketika ada tim yang bekerja untuk leader, sehingga leader-leader sangat aktif mencari dan merekrut tenaga marketing yang bisa saja merupakan kerabat, teman dan kenalan dari Anda.

Kembali ke produknya sendiri, Unitlink memang menawarkan dua manfaat sekaligus, yaitu manfaat dari proteksi dan investasi. Sebagian premi yang kita bayarkan itu akan dialokasikan untuk biaya asuransi dan sebagian untuk investasi. Investasi ini sendiri akan dikelola oleh Manajer Investasi dan nilai investasi sendiri tergantung dengan kondisi pasar saat ini.

Biasanya penempatan dana investasi Unitlink ini terbagi menjadi 4 jenis reksadana yaitu dari resiko terendah hingga resiko tertinggi. Penempatan dana investasi dilakukan pada UnitLink Pasar Uang, UnitLink Pendapatan Tetap, UnitLink Campuran hingga UnitLink Pasar Modal (Saham).

Resiko Berinvestasi di Unitlink

Walaupun memberikan manfaat yang besar, bagi kamu yang ingin berinvestasi di Unitlink maka ada baiknya mengetahui resiko dari hal tersebut. Kelemahan terbesar dari Unitlink adalah karena dana kita dikelola oleh Manajer Investasi, kita tidak bisa melakukan pelacakan pengelolaan dana kita. Unitlink juga kurang luwes dan fleksibel apabila nasabah mengalami kesulitan finansial dan ingin berhenti berinvestasi.

Apabila kita sudah melakukan pembelian asuransi Unitlink, maka kita wajib membayar terus dalam tenor jangka panjang bisa sekitar 10-15 tahun. Sebaliknya, apabila kita mengambil asuransi dan investasi secara terpisah, maka kita lebih fleksibel dalam keputusan keuangan, misalnya mengurangi atau berhenti dulu melakukan investasi tanpa harus memikirkan kehilangan manfaat proteksi dari asuransinya.

Kemudian kelemahan kedua selain kurang fleksibel adalah dana berkembang kurang optimal. Alasannya adalah pada lima tahun pertama, dana investasi kita akan dipotong bermacam biaya dari biaya asuransi, biaya akuisisi, biaya administrasi, dan biaya pengelolaan dana sehingga jangan heran kalau dana investasi kita terlihat begitu-begitu saja pada lima tahun pertama. Jadi meskipun ada manfaat investasi, ada baiknya tidak menganggap produk ini sebagai salah satu instrumen investasi yang diharapkan dapat memberi keuntungan maksimal.

Kelemahan ketiga adalah asuransi Unitlink bisa dikatakan cukup mahal dan biaya premi yang harus dikeluarkan lebih besar daripada premi asuransi tradisional. Bahkan dengan nilai premi yang mahal tersebut, nilai proteksi yang diberikan tidak terlalu besar dibandingkan asuransi tradisional.

Hal yang perlu dipahami adalah unitlink merupakan jenis asuransi dengan manfaat investasi untuk masa perlindungan yang sangat panjang dan dana investasi tersebut ada baiknya tidak untuk tujuan konsumtif. Jadi ketika kita sudah pensiun nanti, biaya asuransi kita akan dicover oleh dana investasi kita tanpa perlu memikirkan bagaimana pembayaran premi dilakukan di hari tua.

Tidak fair rasanya kalau kita hanya menceritakan kelemahan dari Unitlink. Di balik kelemahan asuransi Unitlink, asuransi ini memiliki kelebihan juga diantaranya adalah:

  1. Masa pertanggungan yang lebih panjang
  2. Kamu mendapatkan sedikit cashback dari manfaat investasi yang kamu bayar berupa Nilai Tunai. Hal ini tentu tidak ada pada asuransi jiwa yang akan hangus jika risiko yang ditanggung tidak pernah terjadi pada masa kesepakatan.
  3. Manfaat asuransi dan investasi pada satu produk.
  4. Ada manfaat asuransi tambahan (Raiders) seperti cacat total, sakit kritis, cacat tetap, kecelakaan, dan biaya rawat inap.
  5. Premi yang dibayarkan nilainya tetap flat, walaupun nasabah sakit-sakitan setelahnya.

Jadi kesimpulannya, apakah berinvestasi di Unitlink merupakan hal yang tepat? Jawabannya kembali lagi ke tujuan keuangan si nasabah. Bagi kamu yang ingin mendapatkan proteksi dalam nilai besar maka sebaiknya mencari produk proteksi sepenuhnya. Sementara bagi kamu yang concern dengan nilai investasi, maka ada baiknya mengalokasikan produk investasi lainnya dibandingkan dengan Unitlink. Namun bagi mereka yang tidak ingin repot serta dana yang dimiliki terbatas untuk dibagi-bagi ke asuransi dan investasi, maka Unitlink layak dipikirkan.

Bagi yang sudah memiliki polis asuransi Unitlink, lakukan lagi review terhadap polis Anda jika sudah melakukan pembayaran cukup lama, jangan sampai ada perasaan sudah membayar premi yang besar namun mendapatkan pertanggungan yang di bawah dari kebutuhan dan hasil investasi yang tidak maksimal.

Bambang
Bambang
Seorang penulis yang memiliki passion di bidang investasi, usaha dan keuangan. Bercita-cita tinggi, namun suka menunda. Salam kenal, para investor dan pengusaha se Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.